Pulang dan Pergi


Akhir-akhir ini kita sering mendapati kabar duka menimpa negeri ini. Bencana alam yang hadir telah habis mengubur duka dalam-dalam. Lalu kecelakaan tak luput menyergap kita di darat, laut dan udara. Memang takdir ilahi tiada pernah yang mengetahui. Namun apapun itu, takdir-Nya adalah pelajaran terbaik yang harus kita petik.

Karenanya, doa adalah cara terbaik untuk memulai dan mengakhiri tiap perjalanan diri. Meski perjalanan yang kita pilih adalah berbeda, namun doa yang dipanjat tentulah sama. Masing-masing dari kita pasti meminta kekuatan, kelancaran, keselamatan serta lindungan yang selalu ada dari-Nya.

Bagaimanapun perjalanan yang kita lakukan-singkat atau lama-akan jauh lebih aman dan nyaman jika mendekap pertolongan-Nya lewat doa. Karena selain munajat yang kita lakukan, masih ada doa-doa lain yang riuh berbisik kepada-Nya meminta hal yang sama untuk diri kita.

Ya, doa-doa tadi adalah bisikan riuh dari orang-orang terkasih kita (orangtua, adik, kakak, sahabat dan masih banyak lagi). Orang-orang tadi adalah yang setia menanti agar kita kembali saat pergi dan yang selalu sumringah menyambut kita datang dengan cinta dan pelukan hangatnya.

Teruntuk yang pergi, segeralah kembali. Dan yang pulang, cepatlah datang.

Fii amanillah.

Komentar