Aku iri.
Pada tiap-tiap mata yang selalu menundukkan pandangannya.
Pada tiap-tiap bibir yang selalu basah akan tasbihnya.
Pada tiap-tiap tangan yang selalu mengulur untuk sedekah.
Pada tiap-tiap langkah yang selalu lurus menuju panggilan-Nya.
Pada tiap-tiap hati yang selalu terjaga dari amarahnya.
Dan pada tiap-tiap jiwa yang selalu terpaut pada agama-Nya.
Sedangkan mata ini, masih saja melihat pada kemaksiatan.
Bibir ini, hanya basah tuk membicarakan aib orang lain.
Tangan ini, masih saja enggan berbagi rezeki yang Allah titipi.
Langkah ini, seringkali kaku ketika menuju majelis ilmu.
Hati ini, hitam pekat karena perasaan iri dengki.
Dan jiwa ini, amatlah jauh dari Sang Pemilik.
Nikmat tiada henti Allah beri, tapi diri ini masih saja mengingkari.
Teguran tak pernah putus berdatangan, tapi selalu saja diacuhkan.
Mendamba surga-Nya tapi melupakan perintah-Nya.
Meminta maaf-Nya tapi kembali melakukan larangan-Nya.
Sudah separah inikah Allah ku abaikan ?
Astagfirullah.
Astagfirullah.
Astagfirullah.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَـمْعِي وَمِنْ شَرِّ بَصَرِي وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّي
Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari buruknya pendengaranku, buruknya penglihatanku, buruknya lidahku, dan dari buruknya hatiku serta buruknya air maniku. (HR. At-Tirmidzi)

Komentar
Posting Komentar