كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Artinya : "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dia hanyalah kesenangan yang memperdaya." (Q.S. Ali 'Imran : 185).
Dunia terlalu asik untuk kita jadikan tempat berpuas diri. Selalu ada perasaan kurang di hati ini. Kurang nikmat, kurang bahagia, kurang segalanya. Maka tak heran jika rasa syukur ini tak pernah bersarang kuat di hati. Selalu meminta lebih, lagi, lagi dan lagi. Tanpa pernah mau berpikir tentang nasib dan penderitaan orang di sekeliling. Seolah-olah merasa bahwa hidup ini hanya soal memupuk harta, berjaya dengan tampuk kekuasaan dan sejuta popularitas yang selalu dibanggakan.
Namun nanti, kita harus mengetahui bahwa ketika sampai pada waktunya, Allah akan cukupkan kefanaan dunia ini untuk kita. Terlepas dari siapa yang dulu akan dijemput, kematian adalah hal yang pasti akan terjadi. Dan Allah akan panggil setiap jiwa dalam waktu, tempat dan kondisi yang berbeda. Tak ada yang bisa kita hindari, tak ada penyesalan yang berlaku lagi, bahkan pertolongan takkan ada yang hadir, kecuali amal dan perbuatan kita sendiri. Maka, sudah siapkah kita jika nanti Allah memanggil ?

Komentar
Posting Komentar