Tentang Kepercayaan


Ibarat tanaman, membangun kepercayaan seperti layaknya menyemai bibit.
Awal mula tumbuhnya pastilah sebuah tunas, nampak kecil tapi mampu membahagiakan.
Tunas bahagia itu pun terus tumbuh menjadi batang yang kokoh, tegak berdiri meski angin ribut melintasi.
Begitupun dedaunan hijau yang baru, tumbuh rimbun membawa teduh dan sejuk.
Juga dengan mekarnya kembang warna warni, rasanya semakin lengkap saja pohon kepercayaan itu.

Dan menjaga kepercayaan seperti layaknya merawat tanaman.
Harusnya kembang itu terus mekar, namun karena kita ia malah gugur dan tergusur.
Harusnya dedaunan itu terus rimbun, namun karena kita ia kering dan meranggas layu.
Dan harusnya pohon itu terus kokoh, namun karena kita ia melapuk dimakan waktu.

Mungkin karena ikhtiar untuk menjaganya tak pernah cukup atau bahkan tak pernah ada kita lakukan.
Mungkin karena Allah ingin menitipkan kepercayaan lain yang lebih besar dan lebik baik.
Mungkin karena Allah tak ingin melihat luka di hati umat-Nya karena telah salah menanamkan sebuah kepercayaan.

Dan dari tiap kemungkinan yang terjadi, selalu ada hal baik yang Allah ingin kita pelajari.
Bahwa sebaik-baik tempat untuk kita menanam kepercayaan hanyalah kepada-Nya.
Karena Allah adalah satu-satunya  yang tidak akan pernah mengecewakan setiap percaya yang umat-Nya titipkan.

Komentar