Tanda Cinta Seorang Sahabat


Alkisah, ada dua orang gadis yang telah bersahabat sejak lama.
Salah satu diantara mereka memutuskan untuk berhijrah, pelan-pelan meninggalkan segala perkara jahiliyahnya.
Yang satunya lagi memutuskan untuk tetap membersamainya. Tak ada yang berubah, mereka tetaplah sahabat seperti dulunya.

Sampai suatu ketika si gadis yang telah berhijrah memergoki sahabatnya sedang bermaksiat dengan seorang lelaki yang ia tak kenal.
Karena ia sayang pada sahabatnya, si gadis pun menegur sahabatnya. Namun, reaksi yang diberikan sahabatnya membuatnya terperangah.

"Kamu pikir kamu siapa ? 
Anak ustad ?
Lulusan pondok pesantren ?
Hafal gitu 30 juz ?"
Baru juga hijrah kemarin sore, udah sok-sokan dakwahin orang. Jangan urus hidup orang lain deh, hidup kamu aja belum bener."
Sahabatnya berlalu pergi, ia diam tak bergeming. Mencoba kembali merenungi kata-kata sahabatnya tadi.

Benar. 
Ia bukan anak ustad.
Ia bukan lulusan pondok pesantren manapun.
Bukan juga seorang hafizah yang hafal 30 juz Al-Qur'an.
Ia hanya seorang muslimah yang sedang mencoba memperbaiki dirinya. Mencoba dekat dan taat pada rabbnya. Mencoba menjadi lebih baik dari dirinya kemarin.

Putus asa ? Tidak.
Kecewa ? Tidak.
Sakit hati ? Tidak.
Ia tetap mendoakan sahabatnya. 
Agar nanti dapat beriringan kembali dalam istiqomah bersamanya, sampai nanti hingga ke jannah-Nya.

Komentar