Tentang Rindu


Bagaimanapun seringnya amarah membuncah, begitupun risau yang acap kali datang tanpa diundang, kau pasti akan rindu.
Ya, kau akan rindu bagaimana dulu kita saling membalut luka-luka di awal perjalanan.
Saling menguatkan di antara berbagai jahatnya "terpaan".
Mengusap linangan air mata yang tak sengaja tertumpahkan.
Atau sekedar memberi sandaran ketika tumpukan tuntutan datang bermalam.

Setelah ini, mungkin gelak tawa takkan lagi menghiasi tiap sudut ruang "pesakitan".
Kau pun tak perlu lagi menjadi pemburu waktu karena khawatir kesiangan.
Tak ada lagi "hantaran gratis" ketika kerucuk memenuhi perut.
Juga wajah-wajah bisu ketika harus berhadapan dengan para ulung.

Tentang apa yang pernah kita impikan, maka bersyukurlah karena sebagian telah sama-sama kita wujudkan.
Tentang apa yang pernah kita korbankan, maka bersyukurlah karena tidak ada yang kita sia-siakan.
Dan tentang apa yang selalu kita keluh dan perdebatkan, maka bersyukurlah karena semuanya telah kita selesaikan.

Perjalanan berikutnya biarlah menjadi kisah baru yang akan masing-masing kita rajut.
Lalu kita untai menjadi cerita lucu ketika rindu memaksa kita tuk bertemu.
Terimakasih akan selalu menjadi ucap padamu.
Namun maaf tak akan pernah usai dari bibirku.
Maka, terimakasih atas kesetiaanmu membersamaiku dan maaf karena setiaku mungkin tak seutuh setiamu.

Terakhir ku ucapkan padamu : senang bisa "berjalan" denganmu wahai timku💕

Komentar